http://lampung-tengah.blogspot.com/2011/01/bertani-melon-memiliki-nilai-ekonomis.html
Kamis, 26 Mei 2011
KEUNTUNGAN BERTANI MAI 119 (MELON ASLI INDONESIA)
http://lampung-tengah.blogspot.com/2011/01/bertani-melon-memiliki-nilai-ekonomis.html
Senin, 25 April 2011
Hasil Beda dengan Melon LADIKA 108
Drs Amin
Menanam buah melon (cucumis melo l.) gampang-gampang susah. Tetapi, jika ditekuni dengan serius dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan di bidang agribisnis.
Tanpa harus mengeluarkan modal besar dan lahan yang luas, buah melon jenis LADIKA dapat menghasilkan keuntungan yang cukup menggiurkan. Setidaknya, pernyataan itu dialami Drs Amin (45) warga Dusun I, Desa Ujung Rambung, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai.
Buah yang kaya akan nutrisi dan manfaat ini merupakan tanaman buah termasuk keluarga dari buah semangka (Famili Cucurbitaceae), namun karena tampilan dan harga yang tergolong berbeda, dan lebih sulit budidayanya dari semangka membuat melon oleh sebagian masyarakat masih dipandang sebagai buah yang berkelas.
Awalnya, sekitar tujuh tahun lalu sekitar tahun 2004, Amin dengan sabar memulai menanam Melon di belakang halaman rumahnya seluas delapan rante atau 3200 meter. “Dua kali menanam sempat gagal dan pada penanaman yang ketiga mulailah tanaman melon tumbuh dengan baik. Dua bulan kemudian buah Melon bisa dipanen,” bilang Amin sembari memetik buah melon.
“Pertama menanam merupakan tahun tersulit, walaupun bisa dipetik hasilnya, tetapi belum begitu memuaskan. Kemudian memasuki tahun kedua hingga saat ini hasil penen sudah memuaskan karena sudah bias mempelajari jenis penyakit dan menyiasatinya,” ujar Amin. Dengan lahan yang boleh dikatakan sempit, tetapi produksi buah melon mampu menghasilkan sekitar 6 ton. Dalam setahun bisa tiga kali turun menanam. “Dari mulai pembibitan, penyemaian perawatan hingga memetik hasil panen buah Melon. Maksimal dana yang dibutuhkan hanya Rp10 juta,” bilang suami Karmini (32) yang juga guru TK di desa tempat mereka berdomisili.
Tetapi semua kesuksesan dalam mengelola tanaman melon, tidak terjadi begitu saja, kata Amin, semuanya punya proses. Selain modal pengetahuan dan pengalaman seadanya, petani yang juga guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri Pantai Cermin.
Kini setiap panen, Amin menikmati penghasilan sekitar Rp5 juta setelah dieleminir dengan biaya produksi. Dengan harga Melon LADIKA setiap per/kg-nya Rp7 ribu. Petani sudah diuntungkan, dan untuk menjualnya tidak perlu repot, sebab pembeli langsung datang ke rumah. Umumnya pembeli kembali menjualnya ke supermarket dan plaza di sekitar Kota Medan.(mag-15)
Sumber : http://www.hariansumutpos.com/2011/04/4627/hasil-beda-dengan-melon.htm
Rabu, 30 Maret 2011
LADIKA & MAI NEWS
Di daerah ini petani menanam wortel, buncis, bawang putih, bawang merah, durian, duku, melon, pisang, dan mangga. Sejak tahun 2008 melon produksi Karanganyar diekspor ke Singapura. Hingga kini sudah lebih dari 15 kali pengiriman melon ke Singapura dengan berat masing-masing 6-20 ton.
Produksi melon Karanganyar ini juga membuktikan bahwa hortikultura kini tidak hanya bisa ditanam di dataran tinggi, namun juga di dataran rendah dengan varietas tertentu.
Selain di Kecamatan Karangpandan, tanaman melon juga ditanam di Kecamatan Mojogedang. Kegiatan hortikultura di daerah ini juga didukung dengan keberadaan CV Multi Global Agroindo (MGA) yang didirikan Mulyono Herlambang, warga Karangpandan, yang sejak tahun 1993 melakukan riset pemuliaan tanaman.
Tahun 2003 perusahaan ini melahirkan varietas baru dari melon, semangka, cabai, dan tomat. Hingga kini sudah ada 23 varietas baru yang dihasilkan, selain dari jenis buah dan sayur tadi, juga terong, pare, buncis, kacang panjang, timun, dan gambas.
Sejak tahun 2006 MGA mengekspor benihnya ke Jepang hingga sekarang. Namun, tahun 2010 MGA tidak dapat ekspor karena cuaca ekstrem yang mengganggu produksi benih.
Benih melon hasil pemuliaan MGA, yakni melon varietas LADIKA (LAhir DI KAranganyar) dan melon MAI (Melon Asli Indonesia), diekspor. Melon ladika memiliki keunggulan daging buah jingga, rasanya lebih enak, kulitnya keras. Melon MAI daging buahnya jingga dan lebih awet pascapanennya.
”Bertanam hortikultura itu menguntungkan. Contoh, hasil tanam melon bisa enam kali lipat dari tanam padi. Memang risikonya juga tinggi tetapi bisa dihindari dengan pengetahuan dan penguasaan teknologi tanam,” kata Mulyono yang juga pensiunan Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar, Senin (20/12).
Tanam melon juga dapat mengembalikan kesuburan tanah dengan pola padi, padi, melon
Pengalaman Sutarno, petani melon di Karangpandan, dan Widodo, petani melon di Mojogedang, bertanam melon lebih banyak menguntungkannya ketimbang merugikan.
Sutarno mencontohkan, satu hektar tanaman melon dapat menghasilkan panen bernilai Rp 100 juta-Rp 120 juta. Modal bertanam memang juga besar, satu hektar Rp 55 juta-Rp 70 juta, belum termasuk sewa lahan.
Walaupun menjanjikan, tidak banyak petani yang mau menanam melon karena belum terbiasa dan kurangnya pengetahuan bertanam melon.
Kepala Dinas Pertanian,
Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Pengembangan Hortikultura Distanbunhut Kabupaten Karanganyar Margono menuturkan, saat ini terdapat 5-10 hektar lahan melon di Mojogedang yang didampingi intensif oleh dinas tersebut.
Mojogedang dirancang
Saat ini, permintaan untuk pasar lokal sedang tinggi karena banyak panen melon gagal. Harga melon di tingkat petani mencapai Rp 5.500-Rp 6.000/kilogram (kg) dari biasanya Rp 3.500/kg. Melon untuk ekspor dihargai Rp 4.000/kg.
Tahun 2011 rencananya akan diadakan demplot melon tiga hektar di beberapa kelompok tani. ”Jika petani sudah berpengalaman, kami berencana menghubungkan petani dengan perbankan untuk bantuan modal,” kata Margono.
Peran pemerintah, akademisi, dan pengusaha untuk mendorong petani bertanam hortikultura kini dinanti.
Jumat, 25 Maret 2011
SEMANGKA METAL

SEMANGKA METAl (MERAH TOTAL) produksi dalam negeri oleh CV.MGA, dengan tingkat produksi SEMANGKA METAL rata-rata 5-7 kg/tanaman.
MELON MAI 119

MELON MAI 119 (MELON ASLI INDONESIA), BENTUK BUAH BULAT, PRODUKTIVITAS MELON MAI 119 PER TANAMAN 2-2,5 Kg, KEMANISAN HINGGA 14 BRIX
